BERJUANGLAH SAMPAI AKHIR
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”
BERJUANGLAH, WUJUDKAN MIMPIMU!
Sinopsis
Video pendidikan berjudul “ Berjuanglah, Wujudkan Mimpimu” menceritakan seorang Azzam, anak yang sangat aktif walaupun hidup dalam keterbatasan. Ibunya bekerjadi luar kota demi mewujudkan keinginannya memiliki rumah sendiri. Kakaknya tinggal dengan keluarga angkatnya di luar provinsi demi ingin sekolah tinggi. Sedangkan bapaknya tidak selalu berada di rumah karena kerja serabutan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari. Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, dia harus menyiapkan semua kebutuhan hidupnya untuk seharian nanti sendiri, menyiapkan sarapan, mengambil air untuk mandi dan keperluan makan minum, menyiapkan dan memberi makan minum sapi, kambing dan ayam, peliharaan ayahnya. Setelah semua beres, barulah dia bisa berangkat sekolah dengan tenang tanpa gerutuan dari ayahnya. Sepulang sekolah, Azzam tidak serta merta bisa makan, istirahat atau bermain layaknya anak- anak seusianya. Tak jarang dia harus menyiapkan makanan untuk dia dan bapaknya. Mencari dan memberi makan ternak sampai jauh malam.
Bimbingan atau arahan dari orang dewasa sekitarnya, kasih sayang dari kedua orang tuanya adalah hal yang sangat muskil untuk dia dapatkan sehingga terkadang Azzam dianggap anak kurang sopan, anak bengal, dan anak kurang ajar oleh orang sekitarnya. Di sekolah tak jarang Azzam melakukan kesalahan, pelanggaran, atau kenakalan khas anak sekolah. Salah jadwal, lupa mengerjakan tugas, tidak mengikuti pelajaran tertentu sehingga dia termasuk anak dalam catatan.
Suatu ketika, ada seorang mahasiswa KKN datang ke sekolah dan bermaksud menemui anak bernama Azzam Mahendra yang akan diusulkan menjadi duta pelajar daerah, para guru terhenyak kaget. Ternyata tanpa sepengetahuan guru dan keluarganya, Azzam sering mengakses internet dan mengunggah informasi tentang desa dan sekolahnya. Dan seorang Azzam mempunyai mimpi ingin memajukan desanya melalui pendidikan dan mengembangkan potensi desanya sehingga menjadi desa yang tidak tertinggal lagi.
- Pemeranan:
- Fatkhu Rokhman : KS
- Yulis , P. Haryata : Guru
- Pratman : Guru BK
- Ilham : Azzam Mahendra
- Deswita, Dani, Doni : teman Azzam
- Ebilio, Fitri, Ningsih : Mahasiswa KKN
- Mustofa : Kamerawan I
- Kristianta : Kamerawan II
- Opening : Situasi sekolah pagi .
Kamera close up matahari pagi dan jalan panjang ( 15 detik )
Sound effect : Pelajar Budiman oleh Ibu Sud
Scene 1 Ext. Jalan menuju halaman sekolah ( pagi ) ( 30 detik ) Cast: Orang tua siswa yang mengantar anaknya ke sekolah. Kamera long shot from Bu Yulis bersalaman dengan siswa .
- Cut to Scene 2 Kelas . ( 50 detik ) casting : P. Haryata , Ilham, Siswa
Kamera moving long shot.
Dialog :
- Haryata : “ Azzam baca tugas no.1..” ( memerintah Ilham berdiri di depan kelas )
Ilham : “ Gak bawa, Pak…”( sambil mencari di laci, kemudian di tas,
mengeluarkan semua isi tasnya di atas meja )
- Haryata ( menghela napas panjang ) : “ Kebiasaan buruk kok diulang- ulang!”
Ilham : “ Maaf,Pak… salah jadwal “ ( garuk- garuk kepala, kebingungan)
- Haryata : “ Ke ruang BK setelah ini ya…” ( melihat sekeliling kelas ) “ Anak –
anak, tolong dibiasakan setiap sore, bongkar tas, lihat jadwal selanjutnya,
baca pelajaran minimal 30 menit setiap hari…”
Siswa : “ Baik, Pak Guru… “ ( serentak )
- Cut to Scene 3 Ruang BK . ( 100 detik ) Kamera statis. Cast : Ilham, dan P. Pratman .
Ilham duduk berhadapan dengan P. Pratman. Ilham duduk tertunduk. P. Patman tangan di atas meja, terus mundur bersandar pada kursi sambil menghela napas panjang, melihat ke arah Ilham.
Dialog;
- Pratman :” Kenapa lagi kamu….” ( sambil melihat buku, mencatat )
Ilham :“Maaf,Pak…(tertunduk, takut) Kamera Moving Long Shot, Close Up
- Pratman : “ Sekarang apalagi? Apa yang harus saya catat lagi?” ( sabar,
Menghela nafas panjang, bersandar di kursi, melihat tajam ke Ilham ) “
Apa yang kamu kerjakan sepulang sekolah?”
Azzam : “ Ngasih makan sapi, kambing, ayam, Pak..”
- Pratman : “ Bener, itu yang kamu lakukan?, Bapak , ibumu ?”
Azzam : ( mengangguk ) “ Sungguh, Pak..” (mendongak), “ Mamak kerja di luar
kota, Bapak, kerja, kadang pulang kadang tidak, ( sedih, menghela napas,
menunduk, mainkan jari- jari tangan )
- Pratman : ( berdiri, menghampiri Ilham )“ Azzam.. Azzam…” ( menepuk bahu
Ilham ), “ Tolong kamu isi buku pendamping ini secara rinci, ya (
sambil memberikan buku pada Ilham ), “ Semoga dengan begitu ada yang
selalu mengingatkan kamu pada kewajibanmu sebagai pelajar, hanya itu
yang bisa Bapak bantu.”
- Cut to scene 4 ( 40 detik ) Siang. Hall depan. Kamera statis. Cast. : Ilham, Deswita, Doni ( duduk di kursi panjang. Ilham diam saja murung.)
Dialog :
Deswita : “ Zam… kenapa kamu kok diem aja…”
Doni : “ Akhir- akhir ini kamu sering dipanggil BK, kenapa Zam?”
Ilham :” Itulah, aku kesulitan bagi waktu… pekerjaan rumah… tugas- tugas dari
Pak Guru, Bu Guru… aku juga kepingin punya uang sendiri, dari hasil
usahaku sendiri,.. “
Deswita :” Coba, kamu konsultasi dengan Pak Guru BK tentang kesulitanmu itu…
atau pada wali kelasmu…mengingat orang tuamu yang tidak selalu di
rumah…”
Doni :” Kalau kamu takut, besok aku temenin… “
Deswita : “ kalau kamu konsultasi dengan wali kelas, atau guru BK… kamu pasti
dimaklumi, tidak sering- sering dimarahi…”
- Cut to Scene 5 (40 detik ) Kamera moving Sore. Sepi. Tangga naik. Kamera statis. Cast : Ilham dan Dani sedang bermain gadget, Dani tertawa- tawa, Ilham serius. Kamera Close up: Dani mengajak Ilham pulang. Kamera moving long shot Dani dan Ilham berjalan keluar dari lingkungan sekolah.
- Cut to Scene 6 Kelas. Pagi. ( 40 detik ) Kamera statis. Cast :B. Yulis dan siswa .
B.Yulis mendekati meja kosong dan bertanya pada siswa, belum sempat siswa menjawab , terdengar pintu diketuk. Kamera Moving Long Shot
Dialog :
- Yulis ( berdiri di depan kelas, menghadapke pintu ) : “ Silakan masuk”
Pintu terbuka dan Ilham masuk.
Ilham : “ Maaf, Bu… saya terlambat “ ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Silakan duduk, istirahat nanti, temui saya di ruang guru ya…”
Ilham : “ Ya, Bu… terima kasih” ( menuju ke tempat duduknya )
- Cut to scene 7. Int. ( 50 detik ) Ruang Guru. Kamera moving. Cast : B. Yulis, P. Pratman, Ilham .
- Yulis dan P. pratman duduk di tempatnya, datanglah Ilham menghadap B. Yulis.
Dialog :
- Yulis ( berdiri, menghadap P. Pratman ) :” Pak, ini lho anaknya… “
- Pratman ( berdiri dari duduk menuju ruang BK ) : “ Sini, Zam…”
- Yulis menuju Ruang BK diikuti Ilham.
- Cut to Scene 8. Int. Ruang BK. ( 120 detik ) Cast : B. Yulis, P.Pratman, Ilham
- Pratman duduk di kursi berhadapan dengan Ilham, B. yulis duduk di kursi yang lain.
Dialog:
- Pratman : ” Hari ini apalagi Zam?”
Ilham : “ Saya terlambat, Pak” ( menunduk, takut )
- Yulis : “ Setiap saya jam pertama, Azzam selalu terlambat. Pak”
- Yulis : “ Apa sih yang kamu lakukan setiap pagi hingga kamu mesti terlambat,
Zam? “ ( berdiri, mendekati Ilham ) “ Tadi malam kamu tidur jam
Berapa ?”
Ilham ( diam saja seperti kebingungan) : “ Maafkan saya, Bu… Pak…”
- Pratman : “ Coba lihat buku pendamping yang saya berikan …”
Ilham memberikan buku pada P. Pratman ( dibuka sebentar ) terus diberikan pada Ilham dengan posisi buku terbuka.
- Partam : “ Coba kamu baca dengan nyaring apa yang kamu tulis itu…”
Ilham (membaca) “ aku pasti terlambat lagi besok pagi, sampai jam segini aku belum
tidur, sekarang sudah jam 1 pagi”
- Yulis : “Apa yang kamu lakukan sampai jam segitu belum tidur?”
Ilham : “ Saya harus menyiapkan makanan ternak dulu, Bu… sebelum tidur”
- Yulis : “ Kenapa enggak pagi- pagi aja… “
Ilham : “Pagi, saya memasak untuk sarapan dan bekal bapak kerja, Bu… “
- Pratman memberikan buku pendamping pada B. Yulis dan mempersilakan untuk membacanya. B. Yulis membaca sambil geleng- geleng kepala dan menghela napas panjang.
- Cut to Scene 9 MATAHARI PAGI – MATAHARI SIANG ( FADE IN – FADE OUT- FADE IN ) ( 20 detik ) sound effect : Ari Laso – Menjaring Matahari
- Cut to Scene 10 Ruang KS. Pagi ( 20 detik) Kamera statis. Cast : Ebilio, Fitri, Ningsih duduk berhadapan dengan P. Fat berbincang- bincang. P. Fat membaca proposal, mengangguk- angguk.
- Cut to Scene 11 Ruang Guru. Pagi. ( 20 detik ) Kamera statis. Cast.: Ebilio, Fitri , Ningsih P. Fat . Briefing .
Ebilio. Fitri, Ningsih ( bersalaman pada bp/ ibu guru )
- Must masuk diiringi Ilham dibelakangnya.
- Cut to scene 12 Ruang Guru . Siang. ( 60 detik ) Kamera Statis, close up, moving long shot. Cast : P. Fat, Fitri, Ebilio, Ilham , Deswita, Dani, Doni
Dialog:
Ebilio :”Perkenankan kami memperkenalkan diri…, Kami ,Mahasiswa yang sudah sekitar 3 bulan KKN di Desa Ngoro oro ini… dan kami menemukan ada sebuah akun yang memuat informasi tentang sekolah ini serta Desa ngoro oro dan sekitarnya. Hal ini sangat menginspirasi kami untuk lebih mengenal lebih jauh sekolah ini serta desa Ngoro oro .
Dan yang paling membuat kami tercengang dan kagum, pemilik akun tersebut adalah seorang anak SMP N 4 Patuk yang bernama Azzam Mahendra. ( mengajak Ilham maju ke depan )
Oleh karena itu, dengan ini kami mohon doa restu Bp/ Ibu Guru untuk Adik Azzam yang ditunjuk sebagai Duta Pelajar tahun 2020.”
- Cut to scene 12. Int. Kamera close up. ( 5 detik ) Cast. Ilham
- Cut to scene 13 Int. ( 50 detik ) Kamera Close up. Cast. Ebilio , Ilham
Dialog:
Ebilio : “ Adik Azzam, Tolong diceritakan apa motivasi adik mengupload
sekolah adik dan desa Ngoro oro?”
Ilham : “ Saya ingin orang lain mengenal sekolah saya ini dan desa Ngoro oro.
Bagi saya, sekolah ini dan desa Ngoro oro telah berjasa besar. Saya anak
yang penuh dengan kekurangan diberi kesempatan untuk mengenyam
pendidikan dengan baik sehingga saya bisa meraih cita- cita saya.”
Ebilio] : “ Apa cita- cita Adik Azzam?”
Ilham : “ Saya ingin menjadi ahli Ilmu Teknologi dan Komunikasi.”
- ( 40 detik ) Kamera long shot. Sound track : Berakit- rakit dari Jamrud
Ilham : “ Cita- cita ibarat bintang – bintang di langit. Selalu dinantikan
kemunculannya setiap malam. Untuk meraih cita- cita dibutuhkan niat
yang sungguh – sungguh dan kerja keras tak kenal lelah. Keterbatasan
bukan halangan untuk maju meraih cita- cita yang kita impikan. Atasilah
keterbatasanmu dengan kelebihanmu. Jadikan rintangan dan halangan
sebagai pemacu semangat untuk meraih cita- cita yang kalian impikan.”

